Malam Nuzulul Qur’an di Asahan: Ribuan Jamaah Padati Masjid Agung, Bupati Ajak Perkuat Iman dan Jaga Kesucian Ramadan

ASAHAN, Gejolak.com- Suasana religius menyelimuti Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran pada Jumat (6/3/2026) malam. Ribuan jamaah memadati masjid kebanggaan masyarakat Asahan tersebut untuk mengikuti peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah / 2026 Masehi yang digelar Pemerintah Kabupaten Asahan.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu berlangsung khidmat dan sarat makna, menjadi momentum spiritual bagi umat Islam untuk kembali meneguhkan hubungan dengan Al-Qur’an di tengah suasana bulan suci Ramadan.

Bacaan Lainnya

Sejumlah unsur pimpinan daerah tampak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Taufik Zainal Abidin,

Ketua DPRD Asahan Efi Irwansyah Pane, Kepala Kejaksaan Negeri Asahan Mochamad Judhy Ismono, Sekretaris Daerah Asahan Zainal Arifin Sinaga, perwakilan Kodim 0208/Asahan Mayor Inf Abdul Haris Pane, perwakilan Lanal Tanjung Balai Asahan Lettu Laut Kuswadi, Danramil 06/Kisaran Lettu Inf Legimin, Ketua MUI Asahan Salman Abdullah Tanjung,

Aerta Ketua Imtaq Asahan sekaligus Ketua BKM Masjid Agung Ahmad Qosyim Marpaung bersama jajaran OPD, tokoh agama, dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Sholat Isya dan Tarawih berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan peringatan Nuzulul Qur’an yang dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Bupati Asahan, ceramah agama, doa bersama, hingga penutup.

Dalam sambutannya, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menegaskan bahwa malam Nuzulul Qur’an bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat nilai keimanan sekaligus memperbanyak amal ibadah selama Ramadan.

“Momentum Nuzulul Qur’an ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus memperbanyak amal ibadah dalam rangka meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar,” ujar Bupati di hadapan para jamaah.

Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Asahan untuk bersama-sama menjaga kesucian bulan Ramadan dengan menciptakan suasana yang kondusif serta menghindari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah.

Menurutnya, kegiatan Safari Ramadan dan peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga mampu memperkuat nilai religius serta mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Sementara itu, tausiyah agama disampaikan oleh Tuah Sirat yang mengingatkan jamaah bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab untuk dibaca, tetapi pedoman hidup yang harus dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak umat Islam menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai titik awal untuk semakin mencintai Al-Qur’an dengan memperbanyak membaca, mempelajari, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Sebagaimana diketahui, Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril AS ketika beliau berusia 40 tahun saat berkhaluwat di Gua Hiraq.

Peristiwa ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam sebagai awal diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.

Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung H. Achmad Bakrie Kisaran tersebut berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan hingga acara berakhir, dengan harapan nilai-nilai Al-Qur’an semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Asahan. (Bp.)

Pos terkait