KEPULAUAN RIAU – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Misni, memimpin langsung partisipasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kepri dalam kegiatan Capacity Building yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk menyerap ilmu dan praktik terbaik dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian laju inflasi.
Bersama Bank Indonesia, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran TPID Provinsi Kepri, perwakilan pemerintah kabupaten/kota, BUMD, hingga pelaku usaha. Jawa Barat dipilih sebagai lokasi utama pelatihan dan pembelajaran karena dinilai sukses membukukan kinerja gemilang dalam pengendalian inflasi, bahkan telah meraih penghargaan bergengsi TPID Award 2025 untuk wilayah Jawa dan Bali.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai strategi pengendalian inflasi yang berpedoman pada kerangka 4K, yaitu menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, melancarkan jalur distribusi, serta membangun komunikasi yang efektif ke masyarakat. Tidak hanya berteori, peserta juga berdiskusi aktif dan melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung bagaimana Jawa Barat menerapkan praktik baik pengendalian inflasi serta memperkuat ketahanan pangan daerahnya.
Sekdaprov Kepri, Misni, menilai kegiatan ini sebagai momentum krusial untuk mempererat koordinasi dan kolaborasi antardaerah dalam menghadapi tantangan inflasi yang dinamis.
“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga,” tegas Misni.
Ia pun menekankan bahwa Kepri, sebagai wilayah kepulauan, memiliki karakteristik tersendiri, sehingga perlu menyesuaikan strategi yang dipelajari dengan kondisi nyata di lapangan. Menurutnya, keberhasilan Jawa Barat menjadi bukti nyata bahwa langkah yang tepat dan terukur dapat menjaga ekonomi tetap stabil.
“Kami berharap melalui capacity building ini, TPID Kepri dapat memperoleh banyak praktik baik dan inovasi yang bisa diterapkan di daerah, terutama dalam menjaga distribusi pangan dan memperkuat kerja sama antardaerah,” tambahnya.
Komitmen pemerintah provinsi untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah pun ditegaskan Misni. Ia memastikan langkah pengendalian inflasi ke depan akan disusun secara adaptif dan berkelanjutan.
Puncak dari kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Kesepakatan ini bertujuan memperkuat dukungan stabilitas pasokan komoditas pangan strategis antarwilayah, agar kebutuhan pokok masyarakat tetap aman, tersedia, dan terjangkau harganya.(red)
Sumber: pemprov kepri





