Cak Ta’in Sesalkan Pernyataan Prof. Chablullah Wibisono Tentang Runtuhnya Plafon Masjid Tanjak Dianggap Hal Biasa

  • Whatsapp
Cak Ta'in Sesalkan Pernyataan Prof. Chablullah Wibisono tentang Runtuhnya Plafon Masjid Tanjak Dianggap Hal Biasa
foto: gejolak.com

GEJOLAK.COM – Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) Cak Ta’in Komari SS menyesalkan pernyataan Profesor Chablullah Wibisono tentang Runtuhnya Plafon Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim sebagai hal biasa dalam kontruksi. “Pernyataan itu terkesan meremehkan kegelisahan publik terkait kualitas pembangunan Masjid Tanjak yang bisa membahayakan jama’ah saat ibadah,” kata Cak Ta’in.

Menurut Cak Ta’in, pernyataan Mantan Rektor Uniba itu bisa menyesatkan opini publik karena runtuhnya plafon gypsum Masjid Tanjak yang baru diresmikan sekitar 2 bulan itu dianggap hal biasa dalam proyek konstruksi. ” Itu pernyataan kontradiktif. Justru runtuhnya plafon gypsum itu menjadi tidak wajar dan diduga ada ketidaksesuaian spesifikasi antara rencana dan realitas. Meski untuk itu perlu dilakukan penelitian dan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum dan pihak-pihak terkait.” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, lanjut Mantan Dosen Unrika Batam itu juga menyoroti kapasitas Chablullah dalam menanggapi persoalan runtuhnya plafon gypsum Masjid sebagai wakil ketua MUI, bukan sebagai akademisi dan ahli kontruksi teknik sipil. “Sebagai akademisi kita kecewa dengan pernyataan Profesor Chablullah tersebut. Itu tidak fair dan terkesan hanya untuk menyenangkan pihak terkait, terutama BP Batam,” jelasnya.

Berdasarkan pengembangan informasi, Profesor Chablullah ternyata telah diangkat sebagai staf ahli deputi 4 BP Batam. ” Jangan hanya jabatan kemudian melacurkan jiwa akademisi dan ilmiah nya, ” tegas Cak Ta’in.

Masjid Ta’wiru Naja atau yang dikenal dengan Masjid Tanjak Bandara Hang Nadim Batam mengalami runtuh plafon gypsum pada hari Kamis (8/9) lalu. Video keruntuhan itu dengan cepat menyebar di publik dan menghebohkan karena masjid itu baru diresmikan Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto dua bulan sebelumnya.

Para aktivis LSM di Batam pun bergerak cepat dengan membuat laporan dan mendorong penyidik baik di kejaksaan maupun Polda Kepri untuk mengusut proyek pembangunan Masjid Tanjak itu secara keseluruhan dan tuntas.

“Apa yang disampaikan pak Chablullah itu menciderai perjuangan kami, yang mendorong adanya pemeriksaan dan transparansi dalam kasus masjid Tanjak tersebut. ” tambahnya.

( Red )

Pos terkait