Alarm Indonesia Pertanyakan Proses Hukum Penutupan Gelper Di-Batam

  • Whatsapp

Batam, Gejolak.com– Aliansi Rakyat Menggugat (Alarm) indonesia Pertanyakan Buka tutupnya arena Gelper ( Gelanggang Permainan ) di Batam, Gelper itu judi apakah Gelanggang Permainan anak- anak dan keluarga, yang diberi izin oleh Pemerintah, kalo Gelper kenapa harus ditutup, namun kalo judi sebagai mana yang diisukan selama ini mestinya Penegak hukum harus Proses Pelakunya sampai tuntas, keakar-akarnya hal ini disampaikan Sekjen Aliansi Rakyat menggugat (Alarm) indonesia Arifin E. Pakpahan diBatam Centre minggu tanggal 28/8.

Sebelumnya Alarm indonesia, yang  semula akan melakukan aksi demonstrasi terkait maraknya isu  judi  berkedok Gelper diBatam/ Propinsi Kepulauan Riau, yang direncanakan tanggal 12 Agustus 2022. Lalu.
Yang pada akirnya berujung Penutupan terhadap Gelanggang Permainan ( Gelper) dikota Batam, dikatakan Arifin E.Pakpahan.

Bacaan Lainnya

“artinya isu selama ini, bahwa dugaan kami Gelper itu Judi tidak salah. Kalau tidak judi, dan ada izin resmi dari pemerintah kan harusnya buka saja terus, kenapa harus tutup ? tetapi karena baru sedikit kena isu bakal di Demo oleh ALARM dan ABM sudah tutup, berarti benar Gelper itu adalah perjudian.” ujarnya.

Masih dia, logika berpikirnya menurut Sekjen Alarm yang juga aktivis kegiatan alam bebas ini adalah sesuatu usaha yang ditutup itu jelas karena ada aturan yang dilanggar.  “ Kemungkinan lain, ya bangkrut. Maka sebuah usaha bisa tutup. Kalau di Batam ini kan jelas, bisnis Gelper itu lokasinya di mana dan pebisnisnya siapa. Jika nanti buka lagi nanti di tempat yang sama.

Satu dua lokasi saja mungkin yang pindah. Jadi satu – satunya alasan yang masuk akal kenapa Gelper tutup karena itu jelas bisnis perjudian, 303 !” demikian Sekjen ALARM menegaskan.

“ Karena jelas perjudian, maka konsekwensinya adalah penegakan hukumnya harus berjalan. APH ( Aparat Penegak Hukum ) harus memproses hukum para pemilik Gelper dan yang mengeluarkan ijin, karena ternyata telah mengeluarkan ijin untuk bisnis perjudian.

Sekarang coba jawab pertanyaan sederhana ALARM, siapa yang perintahkan Gelper di Batam ini tutup ? Adakah surat resminya ? Apa dasar hukum penutupan Gelpernya ? Apa karena ternyata ada bisnis terselubung yaitu perjudian ? berarti yang bisa memerintahkan Gelper ini tutup penguasa terselubung juga dong ? “ demikian Sekjen ALARM ini berkomentar di dampingi oleh penasehat hukum ALARM  Bapak Eduard Kamaleng SH.

“ Drama besar di Negara ini sedang terjadi sekarang di Jakarta. Semua sudah tahu, judulnya drama FS. Seorang jendral, di adili dengan prinsip semua warga Negara sama kedudukannya di depan hukum. Nah, ini Gelper di Batam dan Kepri ini , tutup jelas karena perjudian.

Tapi pebisnisnya tidak di proses hukum. Apa pebisnisnya ini pangkatnya lebih tinggi dari Jendral ? Apa pebisnisnya ini kedudukannya tidak sama di mata hukum di negeri ini ? Jadi tolong APH jangan mempertunjukkan drama lain di Kepri atau Batam. Kalau memang tidak judi, ada ijin ya buka saja kenapa harus tutup. Di tutup berarti karena ternyata Judi. Maka proses hukum empat oknum berikut yaitu pebisnis, pemberi ijin, Penyedia tempat  dan yang memerintahkan gelper ini di tutup, karena berarti sudah satu tim.”  tukas Arifin dengan di amini oleh Eduard Kamaleng SH.
Menutup pembicaraan, Sekjen yang juga ternyata anggota SANGKALA, salah satu organisasi pecinta alam yang namanya melegenda di seantero Sumatra pada tahun 1990an, membuka sedikit terkait miringnya isu yang tertuju kepada ALARM dan ABM pasca melakukan penundaan rencana aksi demo pertengahan agustus kemarin.

“ Sebelum Demo dilaksanakan, Drama FS terjadi di Jakarta. Kami menduga ini pasti berbuntut kepada ditutupnya seluruh bisnis perjudian di Indonesia.  Oleh karena itu kami menyatakan menunda demo. Pemikiran sederhana, jika Gelper itu Judi di Kepri dan Batam ini, pasti tutup. Ternyata benar, selang sehari setelah kita bikin surat pembatalan ternyata seluruh Gelper di Batam tutup. Berarti seluruh Gelper itu ternyata bisnis perjudian.  Jadi demo itu tidak perlu frontal teriak – teriak pakai toa sampai suara habis, pakai strategi juga perlu.

Ternyata, target kita bisnis judi di Batam tutup akhirnya tercapai. Hanya tahapan selanjutnya, kita tunggu aksi penegakah hukum dari Aparat Penegak Hukum kita di Batam dan Kepri ini terhadap Judi berkedok Gelper ini. Akankah di tangkap, atau justru buka kembali ? “ demikian Sekjen ALARM ini menutup pembicaraan. (“***”)

Pos terkait