Panglima Melayu Alarm Indonesia Angkat Suara Terkait Kuota Penangkapan Terukur ZonasiNatuna Utara

  • Whatsapp

Kepri , Gejolak.com -Abdul Razak, Putra Melayu Kepri yang juga dewan pengawas ALARM angkat bicara terkait program penangkapan ikan ijin Pusat yang beroperasi di zona 12 Mil ke -atas, dikatakan Abdul Razak tanggal 7/7 – 2022, diBatam Centre.

” Sebagai putra Melayu asli Kepulauan Riau, kita harus ingat bahwa Sejarah Melayu tidak bisa dipisahkan dari Kerajaan Riau Lingga yang dulunya adalah pusat perdagangan.

Lanjut dia, Berbagai pendatang dari seluruh penjuru Indonesia berdatangan, bahkan dari Cina.
Itu sejarah yang tak bisa dilupakan” demikian Rajak mengawali pemikirannya.

” Artinya, sejarah kejayaan tersebut tidak boleh dilupakan. Saat ini, saya sebagai putra Melayu asli Kepri sangat menyayangkan bahwa sekarang, bukannya menjadi pusat perdagangan tetapi hanya jadi penonton untuk masalah perikanan terutama perikanan tangkap ijin pusat.”jelasnya.

Masih dia, seluruh hasil perikanan tangkap yang beroperasi di Kepri tidak menjadikan Kepri sebagai pusat perdagangan. Ini sangat memalukan dan harus diperbaiki. ” tegas Wak Razak, demikian Panglima ini biasa di panggil.

Menurut Razak, Kapal Perikanan ijin pusat yang beroperasi di WPP 711 ada lebih kurang 1500 kapal. Dari jumlah tersebut, sekitar setengahnya di prediksi beroperasi di Kepri.” Paparnya.

“Bahkan kata Razak, saat ini, laut Natuna Utara sudah di lelang dengan kuota ikan 400.000 ton. Tentunya sesuai syarat perikanan terukur maka kapal tersebut harus bongkar di tempat beroperasi.
Hal Ini harus dilaksanakan tanpa tawar menawar, agar kejayaan Melayu sebagai pusat perdagangan dapat kembali lagi.
Saya meminta agar seluruh Datuk – Datuk sama – sama berjuang mengawal masalah ini bersama ALARM INDONESIA.” tegas Razak.

Razak menerangkan, bahwa dengan adanya pembongkaran ikan di Kepri dari seluruh kapal ijin pusat yang beroperasi di Kepri jelas akan menghidupkan perekonomian Kepri. Kejayaan perdagangan zaman Kesultanan Riau Lingga dapat terulang kembali.” Cetus razak.

” Dengan Adanya pembongkaran di Kepri tentu akan menghidupkan perekonomian. Mulai dari bongkar muat, labuh jangkar, distribusi logistik dan BBM, industri perikan dan banyak hal lain akan hidup. Ini perlu sama kita perjuangkan karena manfaatnya bagi masyarakat jelas. ” demikian Razak menambahkan.

Mengakhiri pembicaraan, Razak juga meminta agar pemilik pelabuhan perikanan harus mau memikirkan kemajuan ekonomi Kepri dan turut bersama berjuang demi Kepri. ( TIM )